Jumat, 14 Februari 2014



#1

Matahari telah menaiki singgasananya. Sedangkan bulan dan bintang bersembunyi dibalik mega karena kalah terang dengan sang pancaran sinar matahari seakan-akan cahayanya tak akan pernah mati.
Sama halnya dengan suasana hatiku saat ini. Cerah . “bawaannya pengin senyum terus”batinku. Bersiul-siul, bernyanyi-nyanyi gak jelas itulah yang ku lakukan. Sampai pada akhirnya kak Fikry melihat tingkah lakuku yang dimatanya merupakan hal yang begitu konyol.
“sudah gila, ditambah gila. Makin menjadi-jadi gilanya. Gila kok dipelihara!” ucapnya sambil berlalu
“biarin. Jadi orang sirik saja, sih !” sindirku sedang yang di sindir tidak merespon
“jadi orang jangan terlalu serius nanti jadi....” langkahnya terhenti dan memotong pembicaraanku
“GILA....!!!” sambil mendelikkan matanya yang kuanggap sangat menjijikkan.
“bukan aku yang ngomong” jawabku memancing emosinya kak Fikry. Kak Fikry gemas melihat tingkahku sampai-sampai keluar asap dari hidung dan kedua telinganya
“Mauraaaaa!!!!!!” geramnya
“apa ?”
“Mauraaaaaaa!!!!!” geramnya lagi sambil menahan amarahnya
            Waduh...kayaknya, bakal ada perang dunia ketiga, nih. Lari, ah. Takut kena serangan bom meriam. “ bisik batinku
            Aku berlari kocar-kacir demi melindungi diri. Sedangkan kak Fikry mengejarku seperti banteng yang kelaparan dan haus akan darah. Tetapi aku berlari kalah cepat dengan kak Fikry. Ia berhasil menangkapku sambil menjewer telingaku di tambah lagi kata-kata makian yang ia lontarkan kepadaku.
“kamu ini....sama orang nggak ada sopan santunnya. “ ucapnya sambil menjewer telingaku
“ampun” sambilmeringis kesakitan
“pokoknya kamu harus minta maaf !” pintanya masih dengan menjewer telingaku
“tak sudi!” jawabku seadanya. Setelah aku berucap seperti itu, ia malah menambah hukuman untukku. Selain dijewer, juga dicubit. Di cubitnya dengan di putar-putar pada bagian tanganku.
“aaaaaaa.......”
“minta maaf !”
“iya-iya aku minta maaf, kak yang gila”
“mauraaaa.....” dengan senyumnya yang sangat menyeramkan bagaikan seekor harimau yang ingin menerkam mangsanya.
“iya,,,,Maura minta maaf wahai kakakku yang baik, tampan, dan gak gila” aku memujinya sedang yang di puji malah ketawa-ketiwi sendiri
“eh....malah ketawa. Cepat  lepaskan tanganmu. Sepertinya kamu bahagia kalau aku di siksa, hah ?” tambahku
“iya-iya sabar sedikit. Jangan ngoceh mulu. Suaramu itu sudah jelek kayak kaleng. Jadi jangan membuatku pusing dan mual karena suaramu” Tandasnya sambil melepaskan tangannya
“bodo amat...”
BERSAMBUNG

Selasa, 04 Februari 2014

FAREWELL GREETING



Together….
We find knowledge
Together…..
We try to reach our  dreams
Somehow….
I feel  sad
When is words farewell greeting already said
I hope…..
You all do not forgotten me
But
You all have to remember all of us